1. SENSASI.
Sensasi berasal dari kata “sense” yang berarti alat
penginderaan yang menghungkan organism dengan lingkungannya (Dennis Cone,1977).
Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan
penguraian verbal, simbolis, atau konseptual dan terutama berhubungan dengan
kegiatan alat indera (Benyamin B. Wolman, 1973). Catatan: Sensasi bisa berbeda
bagi setiap orang karena tergantung dari pengalaman, budaya, kapasitas alat
indera.
2.PERHATIAN.
Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian
stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya lemah. (Kenneth
E. Andersen, 1972). Faktor yang mempengaruhi perhatian yaitu: eksternal dan
internal. Eksternal (gerakan, intensitas stimuli/menonjol,kebauran/hal-hal yang
baru, perulangan. Kemudian faktor internal (faktor biologis, misalnya dalam
keadaan lapar maka makanan menjadi pusat perhatian; faktor sosiopsikologis,
misalnya; menunjukkan foto kerumunan orang maka tidak seorang pun yang
melaporkan jumlah orang yang ada dalam foto tersebut). Ini yang dikenal dengan
motif sosiogenis yaitu sikap, kebiasaan dan kemauan akan mempengaruhi apa yang
kita perhatikan.
3.PERSEPSI
Persepsi adalah penelitian bagaimana mengintegrasikansensasi
kedalam percept objek, dan bagaimana kita menggunakan percepts itu untuk
mengenali dunia. Percepts adalah hasildari proses perceptual (Atkinson, dkk).
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan yang
diperoleh dengan meyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah
memberikan makna pada stimuli indrawi (Desiderato, 1976). Persepsi dibagi dua
yaitu: Persepsi Interpersonal/Sosial dan Persepsi Objek/Benda. Ada 4 hal yang
perlu kita perhatikan untuk melihat konteks dari persepsi interpersonal
dengan persepsi objek:
Persepsi objek ditangkap oleh
indera melalui benda fisik seperti gelombang, cahaya, temperature dan
lain-lain. Persepsi interpersonal, mungkin stimuli sampai kepada kita melalui
lambing-lambang verbal, gravis yang disampaiakan pihak ketiga.
Persepsi objek lebih cenderung
menanggapi luar objek, bukan sifat-sifat batiniah objek. Persepsi inter
personal, kita mencoba memahami apa yang tidak tampak pada alat indera kita.
Persepsi objek, maka objek tidak
akan bereaksi kepada kita dan kita juga tidak ada respon emosional pada objek
tersebut. Persepsi interpersonal, faktor-faktor personal, karakteristik orang
yang ditanggapi, hubungan kita dengan orang yang kita amati yang menyebabkan
persepsi kita terpengaruh dan cenderung keliru.
Persepsi objek relative tetap,
sedangkan persepsi interpersonal cenderung berubah-ubah.
4.MEMORI.
Memori
adalah sisten yang sangat berstruktur, yang menyebabkan oeganisme sanggup
merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing
perilakunya (Schlessinger & Grooves). Memori melewati 3 proses yaitu:
1. Perekaman (Recording) yang
mencatat informasi melalui indera dan saraf internal.
2. Penyimpanan (Storage) yang
menentukan berapa lama informasi bersama kita.
3. Pemanggilan (Retrieval) yaitu
mengingat lagi informasi yang disimpan.
Ada
4 cara Pemanggilan yaitu:
1. Pengingatai (Recall) untuk menghasilkan
kembali fakta dan informasi kata demi kata (mis: ujian essai),
2. Pengenalan (Recognition) biasanya
lebih mudah mengenal daripada mengingat (mis: ujian pilihan ganda)
3. Belajar lagi (Relearning) yaitu
menguasai kembali pelajaran yang sudah pernah diperoleh.
4. Reditegrasi (Redintegration)
ialah merekontruksi seluruh masa lalu dari petunjuk memori kecil (mis:
pengalaman dengan aroma, tempat, benda, yang terkadang membuat kita sedih atau
senang).
Mekanisme
memori dikenal denga 3 teori yaitu:
1. Teori Aus/Disuse theory yaitu
memori hilang atau memudar karena waktu.
2. Teori Interferensi yaitu memori
dikategorikan meja lilin atau kanvas (mis:inhibisi retroaktif/hambatan
kebelakang dan inhibisi proaktif/ hambatan kedepan)
3. Teori Pengolahan informasi menyatakan
informasi disimpan pertama kali digudang inderawi/sensory storage kemudian
masuk ke short term memory kemudian dikoding untuk dimasukkan ke long term
memory.
5. BERPIKIR
Berpikir adalah proses penarikan kesimpulan (Taylor, 1977).
Berpikir dilakukan untuk memahami realitas dalam mengambil keputusan,
memecahkan persoalan, menghasilkan yang baru.
Berpikir adalah daya jiwa yang dapat melektakkan
hubungan-hubungan antara pengetahuan kita. Berikir merupakan proses yang
dialektis, artinya selama berpikir, pikiran kita dalam keadaan tanya jawab
untuk dapayt meletakkan hubungan pengetahuan kita (Ahmadi & Supriyono,
1991).
Defenisi yang paling umum dari Berpikir adalah berkembangnya
ide dan konsep (Bochenski, dalam Suariasumantri (sd), 1983) di dalam diri seseorang.
Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses perjalinan hubungan
antara bagian-bagian informasi yang tersimpan didalam diri seseorang yang
berupa pengertian.
Ada 3 jenis berpikir:
1. Positif Thinking.
Dipengaruhi oleh persepsi dan keterbatasan pola piker kita
sendiri.apa yang kita yakini sebagai sesuatu yang positif ternyata belum
positif. Bisa jadi, kita merasa atau yakin pikiran ini positif karena berdasar
pada asumsi atau paradigm berpikir yang salah, yang masih dipengaruhi oleh beliefe
system kita, yang kita yakini sebagai hal yang benar.
2. Negative Thinking.
Sama halnya dengan positive thinking yang dipengaruhi oleh
persepsi. Seseorang dengan negative thinking selalu diliputi dengan
perasaan curiga. Contoh; atasan selalu menganggap remeh pekerjaan kita. Apa
yang kita lakukan? Kalau negative thinking maka kita pasti akan marah
dan menggerutu.
3. Right Thinking.
Right Thinking adalah mengetahui siapa diri kita yang
sesungguhnya, apa tujuan hidup kita yang tertinggi, apa misi kita di dunia ini,
dan menyelaraskan diri dengan hukum abadi yang mengatur alam semesta. Right
thinking juga berarti kita berpikir dengan dasar kebenaran dan menjadi
dasar dari semua proses dan level berpikir lainnya.
6. EMOSI.
Emosi adalah adaptasi evolusi,karena
meningkatkan kemampuan organism untuk mengalami dan mengevaluasi lingkungannya
dan kemudian menambah kemungkinan hidup dan bereproduksi, dengan mempersiapkan
rencan sederhana untuk berbagai tingkah laku yang diperlukan, seperti mendekati
atau menjauhi objek yang (tidak) bisa dicerna, bersaing bersama organism lain
atau lari jika organism itu terlalu kuat (kemarahan vs ketakutan),dan membentuk
atau kehilangan ikatan kooperatif berdasrkan pada alturisme (mengutamakan orang
lain) berbalasan (kebanggaan vs kesedihan ) dengan organism lain.
Macam-macam emosi:
1. Emosi Negatif
Emosi negatif itu mempunyai cirri-ciri yaitu membuat
perasaan frustasi, putus asa, dendam, iri hati, dengki, dan hal negative
lainnya.
2. Emosi positif
Emosi positif adalah selalu membuat perasaan anda gembira,
damai, sejahtera, rasa persahabatan, dan hal positif lainnya. Misalnya
seseorang merasakan situasi yang menyenangkan ketika bersama pacar, rasa
bahagia, saling senyum, dan dunia serasa milik berdua. Keadaan itu disebut
sebagai “emosi cinta”.
7.MOTIF
Kata Motif disamakan artinya dengan kata-kata motive, motif,
dorongan, alas an dan driving force. Motif adalah daya pendorong atau
yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia
yang menyebabkan manusia bertindak.
Istilah motif yang dalam bahasa inggrisnya disebut Motive
berasal dari kata Motion yang bersumber dari perkataan bahasa latin yaitu
Movere yang berarti gerak. Jadi Motif adalah daya gerak yang mencakup dorongan,
alasan dan kemauan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan ia
berbuat sesuatu (Effendy, 1989)
7.BELAJAR.
Belajar dalam arti psikologi merupakan suatu proses
perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan
lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan ttersebut
akan dinyatakan seluruh aspek tingkah laku. Oleh karena itu pengertian belajar
dapat kita katakana sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk
memperoleh suatu perubahan.
MOTIVASI
Konsep
pengertian Motivasi. Istilah motif sering dibedakan dengan
istilah motivasi. Kata "motif"
diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu
(Sardiman, 2005: 73). Menurut Purwanto (2007: 60) motif adalah tingkah
laku atau perbuatan suatu tujuan atau perangsang, sedangkan menurut
Nasution (2000: 73), motif adalah segala daya yang mendorog seseorang untuk
melakukan sesuatu.
Menurut
Makmun (2005: 37) menjelaskan bahwa meskipun para ahli mendifinisikannya dengan
cara dan gaya yang berbeda, namun eseninya menuju maksud yang sama, yaitu motivasi merupakan suatu kekuatan (power)
atau tenaga (force) atau daya (energy) atau keadaan yang kompleks
(a complex state) dan kesiapsediaan (preparatory set) dalam diri
individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak
disadari. Penjelasan Makmun ini juga sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kontemporer, bahwa motivasi adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada
diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu
perbuatan dengan tujuan tertentu (Petter dan Yeny, 1991: 197).
Menurut Sardiman (2001: 74), dalam motivasi terkandung tiga unsur penting, yaitu :
- Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia, perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system neurophysiological yang ada pada organisme manusia.
- Motivasi ditandai dengan munculnya rasa (feeling) atau afeksi seseorang. Motivasi dalam hal ini relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
- Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.
JENIS-JENIS
MOTIVASI
Makmun
(2005: 37) membagi motivasi kedalam beberapa kelompok sebagai berikut:
1.
Motif primer atau motif dasar. Motif primer merupakan motif yang tidak
dipelajari yang untuk ini sering juga digunakan istilah dorongan (drive). Motif
ini dibedakan dalam :
- Dorongan fisiologis yaitu bersumber pada kebutuhan organis antara lain rasa lapar, haus, istirahat, an lainnya. Kebutuhan ini lebih bersifat untuk melangsungkan hidup seseorang.
- Dorongan psikologis, atau dorongan kejiwaan dalam diri seseorang seperti rasa takut, kasih sayang, dan lainnya.
Motif-motif dalam kategori primer pada
umumnya terjadi secara natural dan instinctif.
2.
Motif sekunder, merupakan motif yang berkembang akibat adanya pengalaman,
atu dipelajari. Termasuk dalam motif sekunder ini adalah motif berprestasi,
motif-motif social sepeti ingin diterima, status, afiliasi, dan sebagainya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://kas9.wordpress.com/2009/01/04/fungsi-fungsi-psikologi-kepegawaian/
No comments:
Post a Comment