Saturday, March 24, 2012





PSIKOLOGI KEPEGAWAIAN





1. SENSASI.
Sensasi berasal dari kata “sense” yang berarti alat penginderaan yang menghungkan organism dengan lingkungannya (Dennis Cone,1977). Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual dan terutama berhubungan dengan kegiatan alat indera (Benyamin B. Wolman, 1973). Catatan: Sensasi bisa berbeda bagi setiap orang karena tergantung dari pengalaman, budaya, kapasitas alat indera.
2.PERHATIAN.
Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya lemah. (Kenneth E. Andersen, 1972). Faktor yang mempengaruhi perhatian yaitu: eksternal dan internal. Eksternal (gerakan, intensitas stimuli/menonjol,kebauran/hal-hal yang baru, perulangan. Kemudian faktor internal (faktor biologis, misalnya dalam keadaan lapar maka makanan menjadi pusat perhatian; faktor sosiopsikologis, misalnya; menunjukkan foto kerumunan orang maka tidak seorang pun yang melaporkan jumlah orang yang ada dalam foto tersebut). Ini yang dikenal dengan motif sosiogenis yaitu sikap, kebiasaan dan kemauan akan mempengaruhi apa yang kita perhatikan.
3.PERSEPSI
Persepsi adalah penelitian bagaimana mengintegrasikansensasi kedalam percept objek, dan bagaimana kita menggunakan percepts itu untuk mengenali dunia. Percepts adalah hasildari proses perceptual (Atkinson, dkk). Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan yang diperoleh dengan meyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli indrawi (Desiderato, 1976). Persepsi dibagi dua yaitu: Persepsi Interpersonal/Sosial dan Persepsi Objek/Benda. Ada 4 hal yang perlu kita perhatikan untuk melihat konteks dari persepsi interpersonal dengan persepsi objek:
Persepsi objek ditangkap oleh indera melalui benda fisik seperti gelombang, cahaya, temperature dan lain-lain. Persepsi interpersonal, mungkin stimuli sampai kepada kita melalui lambing-lambang verbal, gravis yang disampaiakan pihak ketiga.
Persepsi objek lebih cenderung menanggapi luar objek, bukan sifat-sifat batiniah objek. Persepsi inter personal, kita mencoba memahami apa yang tidak tampak pada alat indera kita.
Persepsi objek, maka objek tidak akan bereaksi kepada kita dan kita juga tidak ada respon emosional pada objek tersebut. Persepsi interpersonal, faktor-faktor personal, karakteristik orang yang ditanggapi, hubungan kita dengan orang yang kita amati yang menyebabkan persepsi kita terpengaruh dan cenderung keliru.
Persepsi objek relative tetap, sedangkan persepsi interpersonal cenderung berubah-ubah.
4.MEMORI.
Memori adalah sisten yang sangat berstruktur, yang menyebabkan oeganisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya (Schlessinger & Grooves). Memori melewati 3 proses yaitu:
1. Perekaman (Recording) yang mencatat informasi melalui indera dan saraf internal.
2. Penyimpanan (Storage) yang menentukan berapa lama informasi bersama kita.
3. Pemanggilan (Retrieval) yaitu mengingat lagi informasi yang disimpan.
Ada 4 cara Pemanggilan yaitu:
1. Pengingatai (Recall) untuk menghasilkan kembali fakta dan informasi kata demi kata (mis: ujian essai),
2. Pengenalan (Recognition) biasanya lebih mudah mengenal daripada mengingat (mis: ujian pilihan ganda)
3. Belajar lagi (Relearning) yaitu menguasai kembali pelajaran yang sudah pernah diperoleh.
4. Reditegrasi (Redintegration) ialah merekontruksi seluruh masa lalu dari petunjuk memori kecil (mis: pengalaman dengan aroma, tempat, benda, yang terkadang membuat kita sedih atau senang).
Mekanisme memori dikenal denga 3 teori yaitu:
1. Teori Aus/Disuse theory yaitu memori hilang atau memudar karena waktu.
2. Teori Interferensi yaitu memori dikategorikan meja lilin atau kanvas (mis:inhibisi retroaktif/hambatan kebelakang dan inhibisi proaktif/ hambatan kedepan)
3. Teori Pengolahan informasi menyatakan informasi disimpan pertama kali digudang inderawi/sensory storage kemudian masuk ke short term memory kemudian dikoding untuk dimasukkan ke long term memory.
5. BERPIKIR
Berpikir adalah proses penarikan kesimpulan (Taylor, 1977). Berpikir dilakukan untuk memahami realitas dalam mengambil keputusan, memecahkan persoalan, menghasilkan yang baru.
Berpikir adalah daya jiwa yang dapat melektakkan hubungan-hubungan antara pengetahuan kita. Berikir merupakan proses yang dialektis, artinya selama berpikir, pikiran kita dalam keadaan tanya jawab untuk dapayt meletakkan hubungan pengetahuan kita (Ahmadi & Supriyono, 1991).
Defenisi yang paling umum dari Berpikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suariasumantri (sd), 1983) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses perjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan didalam diri seseorang yang berupa pengertian.
Ada 3 jenis berpikir:
1. Positif Thinking.
Dipengaruhi oleh persepsi dan keterbatasan pola piker kita sendiri.apa yang kita yakini sebagai sesuatu yang positif ternyata belum positif. Bisa jadi, kita merasa atau yakin pikiran ini positif karena berdasar pada asumsi atau paradigm berpikir yang salah, yang masih dipengaruhi oleh beliefe system kita, yang kita yakini sebagai hal yang benar.
2. Negative Thinking.
Sama halnya dengan positive thinking yang dipengaruhi oleh persepsi. Seseorang dengan negative thinking selalu diliputi dengan perasaan curiga. Contoh; atasan selalu menganggap remeh pekerjaan kita. Apa yang kita lakukan? Kalau negative thinking maka kita pasti akan marah dan menggerutu.
3. Right Thinking.
Right Thinking adalah mengetahui siapa diri kita yang sesungguhnya, apa tujuan hidup kita yang tertinggi, apa misi kita di dunia ini, dan menyelaraskan diri dengan hukum abadi yang mengatur alam semesta. Right thinking juga berarti kita berpikir dengan dasar kebenaran dan menjadi dasar dari semua proses dan level berpikir lainnya.
6. EMOSI.
Emosi adalah adaptasi evolusi,karena meningkatkan kemampuan organism untuk mengalami dan mengevaluasi lingkungannya dan kemudian menambah kemungkinan hidup dan bereproduksi, dengan mempersiapkan rencan sederhana untuk berbagai tingkah laku yang diperlukan, seperti mendekati atau menjauhi objek yang (tidak) bisa dicerna, bersaing bersama organism lain atau lari jika organism itu terlalu kuat (kemarahan vs ketakutan),dan membentuk atau kehilangan ikatan kooperatif berdasrkan pada alturisme (mengutamakan orang lain) berbalasan (kebanggaan vs kesedihan ) dengan organism lain.
Macam-macam emosi:
1. Emosi Negatif
Emosi negatif itu mempunyai cirri-ciri yaitu membuat perasaan frustasi, putus asa, dendam, iri hati, dengki, dan hal negative lainnya.
2. Emosi positif
Emosi positif adalah selalu membuat perasaan anda gembira, damai, sejahtera, rasa persahabatan, dan hal positif lainnya. Misalnya seseorang merasakan situasi yang menyenangkan ketika bersama pacar, rasa bahagia, saling senyum, dan dunia serasa milik berdua. Keadaan itu disebut sebagai “emosi cinta”.
7.MOTIF
Kata Motif disamakan artinya dengan kata-kata motive, motif, dorongan, alas an dan driving force. Motif adalah daya pendorong atau yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia bertindak.
Istilah motif yang dalam bahasa inggrisnya disebut Motive berasal dari kata Motion yang bersumber dari perkataan bahasa latin yaitu Movere yang berarti gerak. Jadi Motif adalah daya gerak yang mencakup dorongan, alasan dan kemauan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan ia berbuat sesuatu (Effendy, 1989)
7.BELAJAR.
Belajar dalam arti psikologi merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan ttersebut akan dinyatakan seluruh aspek tingkah laku. Oleh karena itu pengertian belajar dapat kita katakana sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan.

MOTIVASI
Konsep pengertian Motivasi. Istilah motif sering dibedakan dengan istilah motivasi. Kata "motif" diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (Sardiman, 2005: 73). Menurut  Purwanto (2007: 60) motif adalah tingkah laku atau perbuatan suatu tujuan atau perangsang, sedangkan  menurut Nasution (2000: 73), motif adalah segala daya yang mendorog seseorang untuk melakukan sesuatu.
Menurut Makmun (2005: 37) menjelaskan bahwa meskipun para ahli mendifinisikannya dengan cara dan gaya yang berbeda, namun eseninya menuju maksud yang sama, yaitu motivasi merupakan suatu kekuatan (power) atau tenaga (force) atau daya (energy) atau keadaan yang kompleks (a complex state) dan kesiapsediaan (preparatory set) dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari. Penjelasan Makmun ini juga sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, bahwa motivasi adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu perbuatan dengan tujuan tertentu (Petter dan Yeny, 1991: 197).

Menurut Sardiman (2001: 74), dalam motivasi terkandung tiga unsur penting, yaitu :
  1. Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia, perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system neurophysiological yang ada pada organisme manusia.
  2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa (feeling) atau  afeksi seseorang. Motivasi dalam hal ini relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
  3. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.

JENIS-JENIS MOTIVASI
Makmun (2005: 37) membagi motivasi kedalam beberapa kelompok sebagai berikut:
1.  Motif primer atau motif dasar. Motif primer merupakan motif yang tidak dipelajari yang untuk ini sering juga digunakan istilah dorongan (drive). Motif ini dibedakan dalam :
  • Dorongan fisiologis yaitu bersumber pada kebutuhan organis antara lain rasa lapar, haus, istirahat, an lainnya. Kebutuhan ini lebih bersifat untuk melangsungkan hidup seseorang.
  • Dorongan psikologis, atau dorongan kejiwaan dalam diri seseorang seperti rasa takut, kasih sayang,  dan lainnya.
Motif-motif dalam kategori primer pada umumnya terjadi secara natural dan instinctif.

2.   Motif sekunder,  merupakan motif yang berkembang akibat adanya pengalaman, atu dipelajari. Termasuk dalam motif sekunder ini adalah motif berprestasi, motif-motif social sepeti ingin diterima, status, afiliasi, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA
http://kas9.wordpress.com/2009/01/04/fungsi-fungsi-psikologi-kepegawaian/

Wednesday, March 21, 2012